04 Januari 2010

COBA BACA BUKU INI



Jalan makmur ala kiai
Resensi (Bisnis Indonesia)
Jalan makmur ala kiai
Judul : Entrepreneur Organik Rahasia Sukses K.H. Fuad Affandi bersama Pesantren dan Tarekat "Sayuriah"-nya
Penulis : Faiz Manshur
Penerbit : Nuansa Cendekia, September 2009.
Tebal : 392 Halaman
Apa yang kita saksikan terhadap fenomena petani Indonesia? Walaupun tidak bisa secara umum kita simpulkan, tidak terlalu salah kiranya jika pikiran kita menganggap kaum tani identik dengan ketidakpastian penghasilan, terbelakang dalam hal pendidikan, secara sosial kurang modern dan miskin. Bahkan seorang teman mengatakan, bahwa di Indonesia ini sangat sulit petani untuk sekadar hidup berkecukupan.

Namun, bagaimana jika ada sebuah kenyataan lain, yakni kehidupan petani yang berdaya dan sejahtera? Adakah hal itu menjelma dalam kenyataan? Jika benar ada, bagaimana hal itu bisa terjadi dalam fenomena umum kemiskinan kaum tani?

Buku ini menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Istilah entrepreneur mengacu pada konteks kewirausahaan. Adapun, organik secara teoritis berarti memiliki akar dengan masyarakat secara kuat. Dengan kata lain entrepreneur yang dimaksud di sini bukan wirausahawan yang bergerak dalam pertanian organik, melainkan jiwa wirausahawan yang memperjuangkan kaum tani melalui strategi mobilisasi pertanian yang pada akhirnya membuktikan kesejahteraan kaum tani.

Fuad Affandi sebagai ikon dalam buku ini diulas panjang lebar melalui lintas pendekatan/metodologi yang kemudian hadir secara dramatis sebagai salah satu sosok yang layak digali ilmu dan pengalaman hidupnya dalam memperjuangkan kehidupan kaum tani di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Fuad yang selama ini dikenal sebagai seorang kiai, pengasuh ratusan anak-anak miskin dengan Pesantren Al-Ittifaq memang bukan sosok baru dalam dunia agribisnis. Jebolan kelas IV Sekolah Rakyat ini adalah seorang kiai tradisional yang berpikir progresif dengan paradigma lintas mazhab, lintas etnik, dan lintas agama. Setelah melanglang buana menjadi santri kelana di berbagai pesantren Jawa dan Sunda, dia pulang lalu memperjuangkan pertanian dengan bekal ilmu otodidaknya.

Sebagai seorang santri tulen, yang 'memuja' ilmu pengetahuan, dia pun terus mengembangkan pemikirannya untuk menjawab tantangan kehidupan kaum tani di lingkungannya. Penghargaan Kalpataru dari Presiden Megawati dalam bidang lingkungan hidup (2003) dan Danamon Award (2007) dalam bidang kewirausahaan adalah sedikit bukti bahwa sang kiai memang memiliki semangat perjuangan yang tangguh.

Apa yang dihasilkan dari perjalanan lebih dari 30 tahun di sana? Fuad a.l. telah berhasil membuktikan koperasi sebagai alat yang ampuh untuk melawan kebrengsekan pasar. Jika sebelumnya produksi pertanian hanya memperkaya para tengkulak, koperasi Al-Ittifaq mampu menjadikan hasil pertanian benar-benar dinikmati kaum tani.

Sekalipun buku ini sarat dengan nuansa biografi, tetapi dengan gaya penulisan yang cerdas, riset yang mendalam serta sudut pandang yang kreatif membuat buku ini bisa dinikmati siapa pun, terlebih di dalamnya digelar ratusan foto-foto kehidupan santri dan petani. Selamat membaca.

Adi Maulana
Wirausahawan
http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=145&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=B32&cdate=15-NOV-2009&inw_id=704247